HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Danyonmarhanlan l Hadiri Musyawarah PMI Provinsi Sumatera Utara


MEDAN |JOB.OR.ID- Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) I Letkol Marinir Farick M.Tr. Opsla menghadiri Undangan Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumut di Hotel Grand Mercure Medan, Minggu (23/01/21).

Dalam kesempatan tersebut Danyonmarhanlan I menyampaikan terima kasih atas undangan Ketua Umum PMI Provinsi Sumut Dr. H. Rahmat Shah dan bertindak sebagai Panelis Danyonmarhanlan I menyampaikan kami sebagai TNI khusunya Marinir Belawan siap mendukung program Pemerintah dalam hal ini PMI Sumut untuk kebaikan masyarakt Indonesia meningkatkan gizi yang baik hususnya di Sumut ini."ucap Letkol Marinir Farick  menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan keakraban. “Saya bahagia dan bangga atas perkembangan di setiap kabupaten dan kota. Saya yakin dengan ikhlas dan tanpa pamrih tak sulit kita capai tujuan. Dengan kebersamaan, kekompakan bisa mencapai tujuan mulia untuk masyarakat, ujar Rahmat Shah

Melalui Musyawarah kerja ini, Rahmat Shah berharap agar segala rencana kerja bisa dilaksanakan dengan baik. “Yang sudah bagus jangan ganggu. Yang kurang baik itu kita perbaiki. Yang tak berguna kita tinggalkan,” pesan Rahmat Shah.

Adapun pokok pembahasan dalam musyawarah tersebut adalah tentang Pentingnya Fortifikasi Pangan untuk Perbaikan Gizi dan Kesehatan

Indonesia dan berbagai negara sedang menghadapi pandemi Covid-19 dan sudah terasa mengganggu berbagai sendi kehidupan termasuk dibidang ekonomi dan sosial, termasuk aspek pemenuhan kebutuhan pangan, gizi dan  kesehatan.

FAO menjelang akhir tahun lalu mengingatkan bahwa akan ada potensi  bencana alam dan perubahan iklim, serta potensi dampak buruk pandemik Covid-19 terhadap sistim logistik, distribusi dan produksi pangan,  maka akan terjadi  krisis pemenuhan kebutuhan pangan  dan gizi yang akan memperburuk imunitas dan kesehatan masyarakat. 

Mempertimbangkan hal  tersebut, setiap daerah perlu memperkuat sistim pembangunan  dan penyediaan pangannya agar tercegah dari potensi dampak buruk tersebut. 

Dari segi gizi potensi dampak buruk tersebut adalah semakin meningkat masalah anemia (kurang darah), gizi kurang dan stunting yang seharusnya bisa dicegah.

Salah satu strategi jangka pendek adalah meningkatkan akses keluarga kepada pangan bergizi, termasuk bantuan pangan bergizi bagi keluarga miskin dan keluarga memiliki ibu hamil dan anak. Disamping itu juga perlu upaya serius peningkatan produksi dan pemerataan penyediaan pangan bergizi disemua daerah dengan harga terjangkau.

Perpres No 18/2020 ttg RPJMN, mengamanatkan salah satunya, peningkata akses pangan fortifikasi bagi keluarga kurang mampu. Pangan fortifikasi adalah pangan, misal beras, yg telah  diperkaya dengan vitamin dan mineral utk mencegah anemia ibu hamil, dan ibu menyusu, serta remaja dan anak serta seluruh anggota sasaran agar turut mencegah stunting dan mewujudkan perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat

Hadir dalam Musyawarah Kerja PMI Provinsi Sumut diantaranya DR. H. Rahmat Shah, Karumkit Putri Hiaju Kodam I/BB Kolonel Dr M Irsan, Danyonmarhanlan I Letkol Marinir Farick M.Tr. Opsla, Rektor UISU DR Yanhar Jamaluddin, Bidang Organisasi Palang Merah Indonesia Pusat H. M. Muas, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, pengurus PMI kabupaten/kota se-Sumut, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI kabupaten/kota se-Sumut serta para undangan lainnya.(JOB/H)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *