HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

LSM LIRA Kelurahan Tangkahan Meminta KPK Segera Melakukan Investigasi Rusunawa Kelurahan Tangkahan


LABUHAN | JOB.OR.ID- Dewan Pimpinan Kelurahan (DPKL) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar melakukan invsetigasi pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)

Pasalnya,Kondisi Rusunawa milik Pemprov Sumut di Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan daerah Provinsi Sumatra Utara, saat dilakukan investigasi oleh LSM LIRA selasa sore (7/07/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

Bangunan tersebut tampak terbengkalai meski sejak puluhan tahun Rusunawa di Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan sepertinya dibiarkan telantar.


Bangunan berharga Miliaran rupiah milik Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) itu kini mulai menjadi KUMUH.Akses jalan yang sudah sangat mendukung namun tidak adanya transportasi angkutan kota (angkot) menuju ke lokasi Rusunawa, membuat warga enggan menempati bangunan berlantai empat tersebut.

“Saat dilakukan investigasi oleh LSM LIRA dipimpin langsung oleh Lurah LIRA  Wilmar Napitupulu didampingi Sekretaris Lira,Fictor Roganda Tampubolon SH, Bendahara LIRA Yuswardi Gunawan SH serta beberapa anggota, terlihat sepi, karena tidak ada penghuninya. Apalagi disekitar bangunan rusunawa ini ditumbuhi semak belukar,membuat suasana tampak.semak dan kumuh,' ujar,"Wilmar Napitupulu (38) selaku Lurah LSM LIRA yang juga bertempat tinggal tak jauh dari lokasi rumah susun pada Jurnalis Online Bersatu(JOB), Selasa (07/07/2020)

Proyek Rusunawa Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Sumut yang dibangun diatas lahan 9500 meter2 itu sebelumnya dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) pada tahun 2005 lalu dengan fasilitas air dan listrik tersebut rampung dikerjakan. Meski telah puluhan Tahun berdiri, tapi kondisi bangunan di bawah naungan Pemprovsu itu, terlihat masih mangkrak.

“Warga enggan hendak  menempati rusunawa dikarnakan tidak adanya kejelasan dari pihak pengelolah,dan juga menuju kerusnawa pun tak ada angkot transportasi yang masuk ke kawasan ini. Padahal, fasilitasnya lengkap termasuk lokasi parkir, air dan listrik,”Jelasnya.

Wilmar Napitupulu selaku Lurah LSM LIRA mengharapkan, pemerintah segera mengoperasikan rumah susun dimaksud. Bila tetap dibiarkan tidak ada yang menempati dikhawatirkan akan menjadi proyek mubazir, karena bangunan yang menghabiskan anggaran Miliaran itu dibiarkan mangkrak tanpa penghuninya.

“Sudah bertahun-tahun rusunawa tersebut dibangun namun  tak juga ada penghuninya, ini yang namanya pembangunan sia sia. Rusunawa ini kalau malam mirip rumah hantu,” ungkap Wilmar.


Amatan LSM LIRA tampak bangunan Rusunawa yang kurang lebih memiliki 191 unit ruang kamar. Cat dinding bangunan tampak mulai pudar,bahkan ironisnya lagi lampu penerangan di sekitar rumah susun tersebut juga banyak yang padam. Suasana ini terkesan menambah nuansa keangkeran pada bangunan yang berdiri diatas 9500 meter2 itu.

Yuswardi Gunawan SH selaku Bendahara LSM LIRA Kelurahan Tangkahan menanggapi terbengkalainya Rusunawa itu mengatakan, seharusnya pengelolaan Rusunawa dikawasan Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan karena selama ini kita menilai Pemprov Sumut dinilai gagal dalam mengelola Rusunawa tersebut.

“Jangan sampai Rusunawa yang dianggarkan Miliaran rupiah menjadi proyek mubazir. Jadi perlu ada pengelolaan yang baik, agar mendatangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).Yuswardi menegaskan bila perlu, pengelolaannya diserahkan ke Pemko Medan agar bisa dilakukan pembenahan, baik soal akses angkutan maupun lainnya,”Jelasnya pada awak media.

Di tempat yang sama,Fictor Roganda Tampubolon SH.selaku sekretaris LIRA mengatakan kami akan segera menyurati Presiden Republik Indonesia, Kementerian Perumahan Dan Pemukiman,Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) SUMUT, Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,Gubernur Provinsi Sumatra Utara  dan Ketua  DPRD Sumut agar dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang mangkrak nya bangunan rusunawa yang terletak di kelurahan Tangkahan yang telah menelan anggaran yang begitu besar.

(Jurnalis Online Bersatu)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *