HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Lukman Saragih,Warga Miskin Yang Tinggal di Marelan Butuhkan Uluran Tangan


MARELAN | JOB.OR.ID-Seorang Warga Miskin di Andansari,Jln.Durung 3,Lingk.19,Kec.Medan Marelan,Medan,Sumatera Utara,Bernama Lukman Saragih (37) membutuhkan uluran tangan para Dermawan dan Pemerintah kota Medan khususnya Medan Marelan lantaran tinggal di sebuah gubuk yang tidak layak huni saat ini.

Lukman Saragih adalah Warga Miskin yang tinggal sehari hari menumpang di sebuah gubuk milik saudaranya yang tidak layak huni di Andansari,Jln.Durung 3,Lingkungan 19 Medan Marelan.

"Saya cuma menumpang pak di sini karena tidak ada yang bisa kami tempati jadi saya menumpang di rumah kakak Ipar," kata Lukman Sabtu (18/04/2020) sekira pukul 10.00 WIB.


Sedang gubuk yang ia tempati beralaskan tanah,berdinding tepas disulam dengan tepas lainnya, beratapkan seng tua saat musim hujan seperti ini sesekali menembus turun dalam ruang rumah itu.Dalam gubuk itu, Lukman bersama ketiga anaknya yang masih kecil kecil sekira seukuran 4x3 meter.

Lukman sapaan akrabnya miliki tiga orang anak. Sedang istrinya Nir Fatiar Hutabarat (35) merantau di Malaysia dan bekerja sebagai pembantu di Panti Jumpo,sudah dua bulan tidak ada kabar berita darinya.

"Istri saya merantau bang ke Malaysia,tetapi sudah dua bulan ini tidak ada kabar beritanya bang,anak anak saya tiap hari nanyakin ibunya saja," ungkap Lukman menjelaskan sambil menangis kepada Jurnalis Online Bersatu (JOB)


Sebelumnya sang istri sering memberi tau kabar keadaan di Malaysia.

"Baru dua bulan ini lah bang kami putus kontak,terakhir dia lari dari pekerjaannya karena tidak di gaji sama majikannya selama dua bulan,saya tidak tau bang harus berbuat apa bang,"kata Lukman.

Saat di tanya Jurnalis Online Bersatu keterlibatan Pemerintah terhadap nasibnya,Lukman menjelaskan tidak pernah mendapatkan bantuan apapun.

"Tidak ada bantuan untuk saya dan keluarga bang,anak saya putus sekolah karena tidak sanggup bayar uang sekolah bang,pekerjaan saya hari hari kadang ada kadang tidak ada bang,terkadangpun kami tidak makan bang,"katanya.


Dirinya berharap kepada Pemerintah agar membantu meringankan beban hidupnya,apalagi sekarang ini keadaan dimana mana di batasi akibat Virus Corona

"Tolonglah Bapak Bapak yang ada di Pemerintahan,tolong perhatikan nasib kami Pak,sekarang ini saya tidak bisa kemana mana akibat adanya Virus Corona ini Pak,biasanya saya narik becak bisa dapat biarpun pas pasan,sekarang ini sama sekali tidak ada Pak,untuk bayar becak yang saya sewa aja tidak cukup apalagi untuk kebutuhan saya sehari hari,"ungkapnya.


Dengan Viralnya di Medsos beberapa hari ini terkait Warga Miskin yang hidup di gubuk reot dan sangat miskin kehidupannya,bersama Bhabinkamtibmas Kel.Terjun Kec.Medan Marelan Aiptu Amril Andi,Jurnalis Online Bersatu (JOB) membantu menyuarakan kepada para Dermawan dan Pemerintah kota Medan khususnya Medan Marelan guna meringankan beban hidup Lukman Saragih disaat Pandemi Covid-19 yang sedang melanda di seluruh penjuru dunia.

Jurnalis Online Bersatu (JOB) meminta Pemerintah Kota Medan Khususnya Medan Marelan agar lebih memperhatikan lagi akan keadaan warganya yang hidup di bawah garis kemiskinan.


"Kami meminta kepada Pemerintah kota Medan khususnya Medan Marelan agar lebih selektif lagi dalam pendataan warganya yang memang pantas mendapatkan bantuan dari pemerintah.Seperti yang sudah diatur dalam UUD 1945 Pasal 34 ayat 1 berbunyi 'Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara',"tutup Ketua Jurnalis Online Bersatu.

(Jurnalis Online Bersatu)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *