HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Giat Muscam Presidium KAAMU di Medan Deli

By On July 30, 2019

Ket Foto:Pengurus KAAMU terpilih Medan Deli
Medan. JOB.OR.ID. Presidium KAAMU (Kami Aliansi Anak Medan Utara) menggelar musyawarah Kecamatan (Muscam) Medan Deli, pada Senin (29/7/2019) di Cafe Swadaya Jalan Mangaan Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Umar Baki selaku Wakil Ketua Presidium KAAMU dalam membuka kegiatan musyawarah tersebut, mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menumbuh kembangkan pergerakan Presidium KAAMU di tingkat Kecamatan.

"Tujuan dari kegiatan ini untuk pembentukan kepengurusan di Kecamatan Medan Deli. Semoga melalui musyawarah ini, kedepannya kita bisa saling bekerjasama dalam menampung aspirasi masyarakat khususnya di Medan Bagian Utara," ujarnya.
Ketua Presidium KAAMU, Zainudin, SE., dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terpilihnya Burhanuddin Hasibuan sebagai ketua KAAMU Kecamatan Medan Deli.

"Kami ucapkan selamat kepada bapak Burhanuddin yang secara mufakat telah terpilih sebagai ketua, dan selamat juga kepada pengurus serta anggota atas terbentuknya KAAMU di Kecamatan Medan Deli ini," ucapnya.

Zainudin mengemukakan, dengan luas wilayah saat ini, banyaknya jumlah penduduk serta minimnya perhatian terhadap pembangunan di wilayah Medan bagian utara, sudah sepantasnya menjadi sebuah Kabupaten ataupun Kota baru. Sebab, Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak maksimal memberikan apapun terkait masyarakat Medan Bagian Utara. Menurutnya, pembangunan di empat kecamatan ini masih sangat minim.

"Kota Medan adalah rumah kita, dan Medan Bagian Utara menjadi dapurnya. Di tempat kita ini salah satu daerah yang memiliki pendapatan yang terbesar di Sumatera Utara, namun ditempat ini juga menjadi tempat pembuatan sampah, polusi udara dari pabrik dan buruknya kualitas pembangunan," ungkap Zainudin.
Saat ini, sambung ketua Presidium KAAMU itu, setiap proyek pembangunan di Medan Bagian Utara sangat jarang melibatkan masyarakat atau putera daerah.

"Bersama para tokoh dan seluruh elemen masyarakat, Presidium KAAMU akan berjuang untuk mencapai pembangunan yang maksimal di wilayah Medan Bagian Utara," sambungnya.

Zainudin berharap, kedepannya pengurus di tingkat Kecamatan bisa bersama-sama menjadikan Presidium KAAMU sebagai wadah silaturahmi dan menerima aspirasi masyarakat dalam rangka pembangunan wilayah Medan Bagian Utara.

"Sebelumnya, Presidium KAAMU di Kecamatan Medan Marelan sudah terbentuk dan malam ini di Kecamatan Medan Deli, Insya Allah dalam jangka beberapa minggu kedepan seluruh kepengurusan sudah rangkum di empat kecamatan," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Presidium KAAMU, Drs. Ali Nafiah Marbun, menjelaskan awal terbentuknya Presidium KAAMU hanya dari sebuah cerita-cerita biasa aja. Ungkapnya, dulu KAAMU (Kita Aliansi Anak Medan Utara), kami undang dewan pakar bahasa, maka kami ubah menjadi KAAMU (Kami Aliansi Anak Medan Utara).

"Setelah kami jumpai beberapa tokoh di Medan Bagian Utara, lalu melalui media online dan Facebook banyak postingan yang menyarankan agar Medan Bagian Utara kembali dicuatkan," kata Ali Nafiah.

Ia juga mengaku bahwa kesenjangan pembangunan menjadi faktor penyebab utama meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan di wilayah Medan Bagian Utara.

"Saya lahir tahun 1966 di Belawan, dahulu memang ada perkembangan pembangunan di Medan Bagian Utara itupun semasa bapak Bachtiar Ja'far menjadi Wali Kota Medan. Setelah itu, hingga saat ini Medan Bagian Utara jauh tertinggal pembangunannya dibandingkan dengan daerah lain di Kota Medan," lanjut Ali Nafiah.

Padahal, masih kata Ali Nafiah, setiap kandidat calon Wali Kota Medan yang akan maju di Pilkada selalu berbicara dan berjanji akan mengembangkan Medan Bagian Utara. Termasuk calon anggota legislatif, saat kampanye berjanji akan membuat Medan Bagian Utara lebih baik, namun kenyataannya tidak sama sekali.

"Di Pilkada tahun 2015 Eldin dan Akhyar juga mendapat suara yang signifikan di Medan Bagian Utara, karena menjanjikan pembangunan di daerah ini," paparnya.

Sebagai putra daerah di Kecamatan Medan Belawan ini, ia merasa masyarakat di Medan Bagian Utara selalu dijadikan alat untuk mendapatkan kekuasan setiap calon kepala daerah. Begitu calon terpilih, realisasi pun tidak kunjung ada.

"Solusinya adalah pembentukan daerah baru yang mandiri secara administratif, dengan demikian maka pembangunan di wilayah kita ini dapat dipacu," cetus Sekretaris Presidium KAAMU ini.

Senada disampaikan, Ketua KAAMU Kecamatan Medan Deli Burhanuddin Hasibuan, sangat setuju dengan adanya gerakan dari Presidium KAAMU yang menjadi wadah aspirasi bagi masyarakat Medan Bagian Utara.

"Saya ikut di Presidium KAAMU, setelah saya ikuti memang program Presidium KAAMU sangat luar biasa. Jadi Memang segala sesuatu seperti pemekaran Medan Utara tadi sering terdengar oleh para Calon Wali Kota Medan dan Calon Legislatif, namun hasilnya nihil," ungkap Burhanuddin.

Disebutkannya, hingga saat ini persoalan infrakstuktur dikawasan Medan Bagian Utara belum tuntas dilakukan oleh Pemerintah harus menjadi perhatian serius karena selama empat tahun konsep percepatan pembangunan Medan Utara yang pernah dijanjikan belum terealisasi

Program dan kegiatan Presidium KAAMU telah disepakati pada pertemuan sebelumnya, melakukan pendampingan kepada masyarakat Medan Bagian Utara yang terdiri dari empat Kecamatan terdiri dari Medan Marelan, Medan Deli, Medan Belawan dan Medan Labuhan, untuk memberikan dorongan guna mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dimulai dari pukul 20.00 Wib hingga pukul 23.30 Wib, yang dihadiri oleh pengurus dan anggota Presidium KAAMU ini, berlangsung begitu khidmat dan penuh dengan suasana kekeluargaan. [JOB]

Ketua Dan Sekjen JOB Sambangi Kediaman Rio Penderita Tumor di Marelan

By On July 29, 2019

Ket Foto : Ketua dan Sekjen JOB saat berkunjung dan mewawancarai keluarga Rio Penderita Tumor di Marelan

MARELAN, JOB.CO.ID-Rio Trisandi (21)hanya bisa terbaring lemas di tempat tidurnya di Jalan Titi Pahlawan,Lorong Amanah Gang Pringgan No 59 Paya Pasir Kecamatan Marelan,Sumatera Utara. Jangankan berjalan untuk beranjak dari tempat tidurnya pun ia selalu merasa kesakitan.Penyakit Tumor di perutnya membuatnya harus dipapah saat berjalan. Bukan hanya perut yang membengkak akibat tumor,seluruh badannya semakin hari makin mengecil.

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.Meski menderita tumor Rio tidak pernah berobat ke dokter karena tidak memiliki biaya. Sementara Irwan(55) dan Neti Suriani (49) Uwak Rio untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari hanyalah pekerja serabutan.tidak bisa berbuat banyak. Pekerjaannya sebagai buruh hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Kini Rio hanya bisa berharap uluran tangan dermawan untuk biaya pengobatan.

Remaja Tiga dari sepuluh bersaudara ini hanya bisa pasrah dan membutuhkan para dermawan yang terbuka pintu hatinya.Sejak kecil Rio tinggal bersama uwaknya.

Pantauan wartawan dilapangan saat berkunjung ke rumah uwak Rio,Kondisi Rio sangat memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan Dermawan,Senin(29/07/2019) Pukul 18.00

Saat dikonfirmasi wartawan,Rio mengatakan,awalnya perutnya sakit biasa dan tidak membesar perutnya seperti sekarang.

"Sewaktu pulang kerja,perut terasa sakit bang,saya pikir sakit mag biasa aja,saya minum obat mag,bukannya sembuh bang makin sakit perutnya,keringat bercucuran dan badan lemas tidak berdaya"kata Rio
Ket Foto :Kondisi Rio makin hari semakin mengurus dan memprihatinkan

Lanjut Rio,sekitar pukul 02.00 wib,saya telfon abang Rio untuk berobat ke puskesmas terdekat berharap sakit perutnya bisa sembuh.

"Saya dan abang pergi ke puskesmas jam 02.00 wib malam,sepulangnya dari Rumah sakit di jalan saya muntah-muntah dan tidak bisa berbuat apa-apa bang,"ungkapnya.

"Keesokan harinya Rio nelfon Bos yang mempekerjakan Rio agar di bawa ke Rumah Sakit Umum di Batam untuk diperiksa.Dari hasil USG Rio positif menderita Penyakit Tumor,"Cetus Rio.

Masih ditempat yang sama,Irwan(55) Uwak Rio menjelaskan,Rio sejak kecil ikut dengan kami,Orang tuanya sekarang tinggal di Batam,rumahnya sewa dan berpindah-pindah.

"Kondisi ekonomi orang tua Rio sangat memprihatinkan bang makanya Rio kami yang ngurusinya,"ungkapnya.

Lain halnya yang dikatakan istri Irwan,Neti Suriani(49) berharap ada Dermawan yang dapat meringankan beban Rio dan memberikan bantuan

"Tolonglah bang di publikasikan,agar para Dermawan dapat mengulurkan tangannya untuk kesembuhan Rio,kami tidak memiliki biaya bang untuk membawa Rio ke RSU Adam Malik Medan bang,"tutup Suriani dengan berlinang mata.
(Jurnalis Online Bersatu)

Musyawarah Pembentukan Presidium KAAMU Kecamatan Medan Marelan Berlangsung Sukses

By On July 23, 2019


Medan. JOB.OR.ID. Musyawarah pembentukan Presidium KAAMU (Kami Aliansi Anak Medan Utara) Kecamatan Medan Marelan dan dihadiri oleh seluruh pengurus Presidium KAAMU pada Selasa (23/7/2019), berjalan dengan musyawarah mufakat.

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa berdirinya Presidium KAAMU ini bertujuan untuk mengakomodir aspirasi dari seluruh elemen masyarakat yang berada di Medan Bagian Utara. Presidium KAAMU juga berupaya untuk menyatukan tokoh-tokoh yang berada di Medan Bagian Utara ini guna menyamakan persepsi untuk pembangunan daerah tersebut.


Dalam sambutannya, Ketua Presidium KAAMU, Zainudin, SE., mengajak para pengurus untuk menyatukan visi dan misi dalam pembangunan Medan Bagian Utara.

Zainudin juga mengungkapkan bahwa masih ada ketimpangan pembangunan antara Kota Medan dengan wilayah Medan Bagian Utara, hal ini tidak boleh berlarut-larut. Pemerintah dan seluruh masyarakat harus membuka hati dan pikiran untuk melakukan langkah strategis, agar taraf hidup masyarakat Medan Bagian Utara terutama di wilayah pinggiran dapat diperjuangkan.

"Pemekaran Medan Bagian Utara merupakan pilihan bijak untuk menyelamatkan nasib warga yang mendiami empat Kecamatan ini yakni Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan," ujarnya.


Lebih lanjut, Ia mengatakan Medan Bagian Utara dinilai mampu berdiri sendiri karena memiliki potensi sangat besar dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah, terutama dari Pelabuhan Belawan, peti kemas, Kawasan Industri Medan (KIM) dan sejumlah potensi lainnya di wilayah Medan Bagian Utara.

"Pemekaran Medan Bagian Utara bertujuan percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Jika pemerintah punya rasa keadilan terhadap percepatan pelaksanaan pembangunan, maka pemerintah diharapkan menyetujui pemekaran Medan Bagian Utara," sambung Zainudin.

Sementara itu, Sekretaris Presidium KAAMU, Drs. Ali Nafiah Marbun mengaku, bahwa Presidium KAAMU akan selalu konsisten menampung serta memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam mendukung pembangunan di Medan Bagian Utara.

"Presidium KAAMU tidak memandang suku maupun agama, kita juga disini tidak ada kaitannya dengan partai politik manapun. Presidium KAAMU dibentuk sebagai wadah aspirasi masyarakat Medan Bagian Utara," jelas Ali Nafiah Marbun.

Dikatakannya, Presidium KAAMU siap berada di barisan terdepan dalam mendukung pembangunan di Medan Bagian Utara. Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan terutama di daerah pesisir.

"Medan Bagian Utara sudah layak dimekarkan dan memiliki otonomi tersendiri. Langkah ini salah satu upaya untuk mendukung laju pertumbuhan pembangunan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut)," ungkapnya.


Bendahara Presidium KAAMU, Bobbi Tobing menambahkan agar pemerintah segera mengusulkan dan menyetujui pemekaran Medan Bagian Utara. Karena dirinya mengaku, bahwa kawasan Medan Bagian Utara saat ini masih tertinggal dari daerah lain di Kota Medan.

"Mungkin ini sebagai catatan bersejarah, meski tim ini masih baru berdiri. Namun, bila kita terus menerus perjuangkan, mudah-mudahan beberapa tahun mendatang sudah terbentuk Kabupaten ataupun Kotamadya Medan Utara yang lebih mandiri," urainya.

Menurut Bobbi, kawasan Medan Bagian Utara telah banyak memberikan kontribusi sumber  pendapatan asli daerah. Potensi tersebut perlu digali lagi, baik dari perusahaan maupun pabrik, nelayan serta pelabuhan yang berada di kawasan tersebut.

"Presidium KAAMU sangat mengapresiasi dan menghormati apa yang menjadi niat masyarakat di Medan Bagian Utara, percepatan pemberdayaan potensi ekonomi yang ada di Medan Bagian Utara ini harus dilakukan dengan cara yang sistematis dalam bentuk struktur pemerintahan yang kuat dan dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kepentingan masyarakat," lanjut Bobbi.

Aspirasi masyarakat ini, masih kata Bobbi, sudah lama digaungkan. Hal ini dikarenakan kurangnya perhatian Pemko Medan terhadap pembangunan di kawasan Medan Bagian Utara. Jarak yang terlalu jauh dengan pusat kota, juga memicu kesulitan ekonomi masyarakat Medan Bagian Utara.

"Ini juga menyangkut Pelabuhan Belawan sebagai pintu masuk ekonomi secara nasional yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah Provinsi Sumatera Utara,” ungkapnya. 

Bertempat di Cafe Macan pasar II Kecamatan Medan Marelan, Umar Baki selaku bagian dari Presidium KAAMU sekaligus pembawa acara musyawarah tersebut dan kemudian langsung dipimpin oleh Ketua Presidium KAAMU Zainudin, SE yang berlangsung penuh keakraban ini, sebelumnya telah menghasilkan AD/ART dan aturan-aturan lainnya, lalu acara dilanjutkan dengan pemilihan dan pembentukan Presidium KAAMU Kecamatan Medan Marelan.


Usai pemilihan tingkat Kecamatan dengan hasil musyawarah, H. Amran Ghazali, SE., terpilih secara mufakat sebagai ketua Presidium KAAMU Kecamatan Medan Marelan. 

Amran berharap dengan terbentuknya Presidium KAAMU Kecamatan Medan Marelan ini harus mampu menjadi partner dan menjaga kerjasama dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat Medan Bagian Utara.

"Impian itu harus ditambah dengan aksi kerja dan terus kerja. Untuk berikutnya akan dijadwalkan pertemuan-pertemuan selanjutnya dalam rangka konsolidasi pembentukan di Kelurahan Se-Kecamatan Medan Marelan," cetusnya.

Acara musyawarah pembentukan Presidium KAAMU Kecamatan Medan Marelan ini dimulai pada pukul 16.00 Wib hingga 18.00 Wib, berlangsung sukses sesuai dengan yang diharapkan. (JOB)

Ketua Forum Ibu : Kebaya Busana Khas Wanita Indonesia

By On July 19, 2019


Medan. JOB.OR.ID. Ade Sandra selaku ketua forum ibu melaksanakan kegiatan cinta budaya indonesia melalui kebaya khas Indonesia di salah satu cafe di Kota Medan dengan setiap anggota menggunakan gaun busana pakaian khas wanita Indonesia Kebaya, membahas tentang pentingnya pelestarian kebaya di Indonesia dan kedepannya Hari kebaya Nasional dapat menjadi hari nasional di seluruh negara , sehingga kebaya dapat terus dilestarikan hingga mendunia. 

Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/07/2019), kegiatan ini akan membahas mengenai sejarah, seni, filosofi dan ideologi yang terkandung dalam budaya dari berbusana kebaya.

"Gagasan ini kita sambut dengan sangat baik karena di Kemendikbud memang ada peraturan setiap hari selasa memakai baju daerahnya masing-masing. Gerakan yang berbasis busana ini punya dampak yang lebih jauh dari yang kita kira," ucap Ade Sandra.

Ia menyampaikan agar kedepannya kebaya bisa tetap dapat dilestarikan di dunia pendidikan dan kebudayaan demi tercapainya tujuan dijadikan hari kebaya sebagai hari nasional seperti Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober setiap tahunnya.

"Bapak Jokowi dalam pidatonya di Sentul sudah menerangkan kalau Indonesia ini milik semua dan kita harus berjuang atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia berkebaya ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri, kegiatan berbusana juga misi mencapai tujuan tersebut," ujarnya.

Ade Sandra juga berharap, kaum perempuan yang mulai sadar harus melestarikan busana khas Indonesia tersebut.

"Gerakan berkebaya sudah ada sejak 2014 dan diterima secara luas. Kebaya menurut kami busana asli yang perlu kita warisi bersama-sama karena memiliki keterlibatan terhadap kemajuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.” harap Ade. 

Menurut Ade, banyak tugas yang dia emban bersama ibu-ibu berkebaya, mengingat masih banyak orang tidak tahu tentang perbedaan kebaya dan jenis kain lainnya.

"Apa yang perlu disosialisasikan? Banyak, karena ada yang tidak tahu kebaya, baju kurung itu bedanya apa dan memang pakemnya berbeda. Sebenarnya kebaya bukaannya di depan, dan lekukannya membentuk tubuh," tutup Ade mengakhiri pembicaraan. (JOB)

HUT Bhayangkara ke 73,Polres Belawan Bagikan Sembako Kepada TNI Marinir AL Dan Insan Pers

By On July 11, 2019


MEDAN MARELAN, JOB.OR.ID-Setelah berbagai rangkaian kegiatan dilalui menyambut HUT Bhayangkara ke-73, Bertempat di Lapangan Pasar 1 Tanah 600,Medan Marelan,Rabu (10/07/2019) menjadi puncak acara dengan digelarnya Upacara Hari Bhayangkara ke-73.

Dalam Upacara yang dibuka dengan pertunjukan theatrical seperti aksi dari Polisi cilik,drum band dari Yayasan Perguruan Sinar Husni dan pemotongan tumpeng tersebut hadir Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution,Danyon Marhanlan I Letkol Mar James Munthe beserta Anggota,Seluruh anggota Kepolisian yang bertugas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,Para Camat,Lurah dan Kepling se Medan Utara,Tokoh Masyarakat,Tokoh Pemuda,Tokoh Ulama serta Masyarakat Medan Utara yang sangat menyambut acara tersebut.
Dalam sambutannya Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH mengucapkan selamat dan mengajak kepada seluruh hadirin untuk mendoakan para personil yang telah gugur dalam tugas.

“Selamat hari Bhayangkara kepada seluruh anggota dan kepolisian Polri dimanapun berada, dalam momentum ini mari kita mendo’akan para personil Polri yang gugur dalam tugas memelihara keamanan negara kita, semoga Allah Subhana Wata’ala tuhan yang maha esa memberikan balasan atas seluruh pengorbanan, perjuangan serta pengabdian serta memberikan kesabaran dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Lebih lanjut oleh Kapolres,“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh personil Polri dimanapun saudara mengabdi, kepada mitra kerja polri dan seluruh masyarakat dalam mendukung terwujudnya stabilitas keamanan dalam negeri yang kondusif”pungkasnya.


Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH dalam menyampaikan amanat Kapolri menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas kinerja polri dalam melakukan peningkatan kerja melalui program promoter.

“Berbagai perbaikan yang telah dilakukan oleh polri dalam tiga tahun terakhir melalui program promoter yang dititik beratkan pada tiga kebijakan utama yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media, tiga tahun implementasi program promoter menunjukkan hasil yang baik kepercayaan publik kepada institusi polri terus meningkat, polri pada tahun 2016 termasuk dalam tiga institusi kepercayaan public rendah dan saat ini berdasarkan survey yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga yang kredibel telah berada pada tiga besar lembaga yang dipercaya publik.”.

Menutup sambutannya Ikhwan mengucapkan terimakasih mengajak seluruh hadirin dan kepada seluruh masyarakat untuk dapat turut memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73 tersebut.

“Saya mengajak kepada seluruh hadirin dan lapisan masyarakat untuk turut serta memeriahkan Hut Bhayangkara ini karena dengan begitu menambah semangat kami untuk dapat mewujudkan Medan Utara lebih maju lagi”. tutupnya.

Pada Kesempatan yang sama juga dirayakan Ulang Tahun Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH yang ke 55 thn yang ditandai dengan pemotongan kue Ultah dan selanjutnya di  berikan ke para hadirin.

Selain meriahkan acara Hut Bhayangkara ke 73,Kapolres Pelabuhan Belawan membagikan sembako kepada insan Pers yang di wakili Ketua JOB Riadi dan Suprapto (Boim) secara simbolis.

Acara berlangsung sangat meriah.Dipenghujung acara di laksanakan pembagian hadiah lucky draw dan hiburan.(JOB)

Penggiat Anti Korupsi Resmi Mendaftar Calon Komisioner KPK

By On July 09, 2019

JAKARTA.JOB.OR.ID  – Penggiat anti korupsi Tubagus Rahmad Sukendar resmi mendaftarkan sebagai calon komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) pada Rabu (3/7/2019) di Gedung Sekretariat Negara, Jalan Veteran No.2 Jakarta Pusat.

Sukendar yang juga menjabat Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) yang selama ini malang melintang dalam memburu koruptor dan pejabat penjahat koruptor didampingi staf khusus DPN BPI KPNPA RI Melida Sianipar menyambangi Pansel KPK di Gedung Sekretariat Negara lantai II menyerahkan kekurangan data susulan.

Dikonfirmasi Redaksi Media ini melalui selular prihal pencalonannya, Tubagus Rahmad Sukendar menegaskan pencalonannya sebagai Komisioner KPK masa bakti 2019-2023, bila terpilih nantinya akan membenahi KPK agar lebih baik dari yang ada saat ini.

“Bila terpilih kita akan benahi KPK agar lebih baik lagi dari yang ada saat ini. Sebab saat inipun kita dengan BPI KPNPA RI di pusat maupun di 27 Provinsi sama-sama berjuang diluar KPK dalam memburu koruptor yang merugikan keuangan Negara. Utamanya dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi kita siap jihad untuk memberantas pejabat penjahat di NKRI ini, “tegas Sukendar melalui selular, Senin (8/7/2019)

(Tim/JOB)

Apel pertama Kompol P.Hutahayan SIK memimpin di Mapolsek Medan Helvetia

By On July 05, 2019

Helvetia.Matalensa.co.id Kompol.Pardamean Hutayan.SIK sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia di hari pertamanya langsung mengambil Apel Pagi serta memperkenalkan diri  kepada Personil Polsek Medan Helvetia.jumat (5/7/2019) pukul 09.00 wib

Saat pelaksanaan Apel pagi di laksanakan,Kompol.P. Hutahayan di dampingi oleh Bunda Hj.Trila Murni.SH yang mana sebelumnya sebagai Kapolsek Medan Helvetia.

Adapun arahan yang di sampaikan Kompol.P. Hutahayan.SIK.di hari pertamanya sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia adalah :
1. Saya Kompol.Pardamean Hutahayan.SIK saat ini di tunjuk oleh Pimpinan sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia yang mana Saya juga menjabat Wakasat Narkoba Polrestabes Medan.
2. Saya sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia akan meneruskan kebijakan Kapolsek Medan Helvetia,yang sebelumnya di jabat oleh Bunda Hj.Trila Murni.SH yang saat ini berdampingan sama Saya dan hadir di tengah - tengah Kita,Saya harapkan kebijakan Kapolsek yang lama,Kita pertahankan yang selama ini berjalan sudah baik namun akan lebih baik lagi Kita tingkatkan dan Saya harapkan juga nantinya Kita saling bekerjasama untuk kedepannya.

Pelaksanaan Apel pagi di hadiri oleh seluruh Personil Polsek Medan Helvetia,dan usai dari pelaksanaan Apel pagi di lanjutkan salam - salaman dan foto bersama.

(JOB)

Pelaku Pencurian Pipa Pertamina di Ciduk Tim Reskrim Polsek Hamparan Perak

By On July 02, 2019

Ket Foto:Tsk M als R(48) bersama barang bukti hasil Kejahatan

HAMPARAN PERAK, JOB.OR.ID-Inisial M alias R (48) warga Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, berhasil diamankan Reskrim Polsek Hamparan Perak.

Penangkapan yang dilakukan Tim Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak ini sesuai dengan Laporan Polisi nomor : LP/67/VII/2019 tanggal 1 juli 2019 sekira pukul 11.00 Wib atas nama Edi Siregar. Diketahui penangkapan berlangsung pada Selasa (2/7/2019) sekira pukul 12.00 Wib di Jalan Perjuangan Dusun V Desa Sei Baharu Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang.

Ket Foto:Tersangka Pencurian Pipa Pertamina saat di boyong Tim Reskrim Polsek Hamparan Perak


Berawal, Tim Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak, melakukan lidik atas kejadian tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa besi tanam milik PT. Pertamina (Persero) yang masih berfungsi sebagai aliran gas atau minyak. 

Dari hasil lidik diperoleh informasi bahwa kejadian pencurian dilakukan oleh tersangka M bersama 2 temannya. Lalu dilakukan Tim Reskrim Polsek Hamparan Perak terhadap tersangka M yang sedang berada di Dusun IV Desa Sei Baharu atau tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sedangkan, dua orang rekan tersangka Z dan I alias P,  masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Kemudian petugas membawa tersangka dan barang bukti ke Polsek Hamparan Perak guna diproses lebih lanjut.

Akibat perbuatannya dan barang bukti berupa 1 Set kotrek, 30 batang pipa, 1 suduk pengorek tanah dan satu buah cangkul, oleh karena itu, tersangka diduga melanggar pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(JOB)


Contact Form

Name

Email *

Message *