HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Tim Ekspedisi Merah Putih 3 Puncak Gunung Tertinggi Tanah Pasundan

Hari Pertama Penaklukan Gunung Ciremai 3078 mdpl.

JAWA BARAT | JOB.OR.ID-Para Pendaki dari Batalyon Infanteri 2 Marinir "Pasopati" yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Merah Putih 3 Puncak Gunung Tertinggi Tanah Pasundan memulai perjalanan hari pertama penaklukan Gunung Ciremai. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian mencapai 3.078 mdpl. Karena status tertinggi itulah, maka "Atap Jawa Barat" itu dijadikan tempat latihan bagi prajurit Korps Marinir.

Kegiatan pendakian yang merupakan bagian dari Latihan Triwulan III TA 2021 ini bertujuan untuk membina kemampuan ketahanan mars para prajurit Infanteri, memelihara ketrampilan aspek darat serta sekaligus penanaman nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme dalam rangka menyemarakkan peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 Tahun.

Kegiatan pendakian diawali dengan pelepasan/pelepasliaran burung perkutut dengan tujuan untuk turut menjaga ekosistem alam agar terawat dengan baik, terutama di wilayah Gunung Ciremai.

Selanjutnya Tim Ekspedisi mendapatkan pengarahan dari Kepala bagian operasional Balai Taman Nasional G.Ciremai terkait situasi terkini, aturan pendakian dan kearifan lokal yang wajib dilestarikan di kawasan Taman Nasional.

Setelah berdoa bersama, tim Ekspedisi pun memulai pendakian melalui jalur Apuy, desa argamukti Majalengka.

Hari pertama pendakian start dari base camp, selanjutnya melalui 5 pos pendakian yaitu:

- Pos 1 Arban

- Pos 2 Tegal Pasang 

- Pos 3 Tegal Masawa

- Pos 4 Tegal Jamuju

- Pos 5 Sanghyang Rangkah

Uniknya, setiap melewati pos-pos tersebut, Tim Ekspedisi memasang dan mengibarkan bendera merah putih. Sebagai wujud gempita menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Stamina dan mental akan sangat diuji dalam pendakian ke gunung Ciremai via Apuy ini. Selain karena melahap tanjakan sejak awal dan jalanan yang cukup curam, jalur ini perlu ditempuh dalam waktu umumnya selama 7-8 jam. Tentu saja stamina akan sangat diuji karena perjalanan panjang ditambah medan yang menantang sejak dari awal pendakian. Mental juga akan sangat diuji karena jarak tiap pos cukup panjang, dimana hal ini juga akan menguji keterampilan mengolah logistik makanan dan juga penggunaan air, mengingat jalur ini tidak memiliki sumber air yang bisa diandalkan. 

Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC)

TNGC memiliki luas sekitar ±15.500 Ha. Yang menarik dari Gunung ini adalah mekarnya bunga edelweiss meskipun di saat musim kemarau. Gunung ini memiliki hutan alami di bagian atas dan sebuah hutan pinus berjenis meskusii di bagian bawahnya. 

Tak hanya itu, Gunung Ciremai juga kaya akan margasatwa yang beragam. Berdasarkan penelitian diantaranya adalah Macan Tutul, ular, bunglon, Elang Hitam, Elang Jawa, Walet Gunung, Trenggiling, Lutung Budeng, Kucing Hutan, Kancil, Kijang, dan spesies lainnya. Keanekaragaman hayati yang berupa vegetasi serta margasatwa ini menjadi daya tarik tersendiri dari kawasan ini.

Namun perlu diingat, bahwa selain memiliki spesies binatang buas dan berbisa, Gunung Ciremai sampai sekarang juga masih banyak menyimpan "cerita misteri". Untuk itu sedari awal para prajurit yg berlatih wajib menjaga diri, baik lisan maupun perbuatannya serta menghormati tradisi yang berlaku di kawasan Gunung Ciremai selama proses pendakian ini.

Terus ikuti Kisah perjalanan Ekspedisi Merah Putih Selanjutnya, jangan lewatkan!!

Makin seru dan menantang..

Optimis, INDONESIA TANGGUH 🇮🇩 INDONESIA TUMBUH

Copyright 2021 | Brigif 1 Marinir | Jalesu Bhumyamca Jayamahe

(JOB/H)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *