HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Tersangka Teroris di Pringsewu yang Ditangkap Densus 88 Antiteror Berprofesi Sebagai Pedagang Kain

Ilustrasi: Penangkapan terduga teroris di Ciasem, Kabupaten Subang, Sabtu (8/5/2021)

PRINGSEWU | JOB.OR.ID -- Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri membekuk seorang terdua teroris di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (14/8/2021).

Terduga teroris tersebut berinisial Is yang di lingkungan sosialnya dikenal sebagai pedagang kain.

Kehidupan sosial Is di mata masyarakat sekitar dikenal baik.Ketua RT I Dusun IV Pekon Gadingrejo Tri Jatmiko mengungkapkan, bila Is yang diamankan, pagi kemarin orangnya tidak neko-neko.

"Mau bergabung dengan masyarakat, seperti ikut kegiatan ronda," kata Jatmiko ketika ditemui di kediamannya, Minggu, 15 Agustus 2021.

Dia mengungkapkan, Is kesehariannya bekerja di Pasar Gadingrejo, sebagai pedagang kain.

Aktifitas tersebut, tambah Jatmiko, dikerjakan Is mulai dari pagi hingga sore hari.

Setelah di rumah, Is mencari rumput untuk makanan kambing.

Jatmiko sendiri tidak menyangka bila Is akan berurusan dengan Tim Densus 88 Anti Teror.

"Secara pribadi, saya tidak menyangka (Is) ada keterlibatan seperti itu," katanya.

Jatmiko baru mengetahui setelah ada ramai-ramai di kediaman Is, Sabtu, 14 Agustus 2021 sekira pukul 11.00 WIB.

Ternyata, saat itu petugas sedang melakukan pemeriksaan/penggeledahan di kediaman Is.

"Pas kebetulan lewat, diminta kakak iparnya (Is) menyaksikan," katanya.

Menurut Jatmiko, saat itu ada banyak petugas.Beberapa dari mereka berpakaian seragam dan mengenakan jaket.Banyak juga yang berpakaian preman.

Menurut Jatmiko, petugas membawa sejumlah barang dari rumah Is.

Di antaranya golok sejumlah lima bilah, dan handphone.

Dikutip dari TRIBUNNEWS.COM, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dikabarkan melakukan pengamanan terduga teroris di wilayah Kabupaten Pringsewu Lampung.

Kabar pengamanan seorang warga di Kabupaten Pringsewu ini dibenarkan oleh Kepala 

Pekon Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Sariman.

Menurut Sariman, seorang yang diamankan tersebut adalah warganya di Pekon Gadingrejo berinisial Is dengan usia kira-kira 45 tahun.

"Tinggalnya di RT 1, Dusun IV," ujar Sariman ketika dihubungi, Minggu, 15 Agustus 2021.

Ditambahkan Sariman, berdasar informasi, penangkapan itu dilakukan petugas pada Sabtu, 14 Agustus 2021 pagi hari.

Menurut Sariman, Is diamankan ketika dalam perjalanan menuju Pasar Gadingrejo

Kesehariannya, Is bekerja sebagai penjaga toko kain di Pasar Gadingrejo.

Sariman mengatakan, bila dirinya tidak mengira jika Is bakal berurusan dengan petugas Densus 88 Antiteror.

Pasalnya, selama aktifitasnya di masyarakat, Is terlihat biasa saja.

Bahkan, Sariman merasa nyaman saja ketika sempat bersama-sama gotong royong (rewang) di tempat warga yang hajatan.

"Saya tahunya nyaman-nyaman saja," ujar Sariman.

Dia mengatakan, bila Is kesehariannya memang di pasar, menjaga toko kain.

Menurut dia, setelannya Is, berpotongan rambut gondrong dan jenggot panjang.

Saat penangkapan tersebut, Sariman mengaku tidak mengetahui.

Ia pun baru tahu setelah ada yang menghubunginya, dan menginformasikan peristiwa penyergapan itu.

Sebelumnya Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah mendatangi rumah pedagang roti di kawasan Sukarame, Bandar Lampung.

Di sana, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan seorang terduga kelompok jaringan radikalisme.

Dari pengamanan tersebut, Densus 88 juga membawa sejumlah barang bukti di antaranya laptop dan kartu SIM.

Adapun terduga tersebut tinggal di wilayah Perumahan RRI, RT 06, LK 2, Kelurahan Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (14/8/2021) pagi.

Giat tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

Namun dirinya enggan banyak berkomentar terkait penangkapan tersebut.

"Kegiatan dilakukan detasemen khusus 88 antiteror. Itu adalah kegiatan dalam rangka penyelidikan," kata Zahwani Pandra Arsyad.

Oleh karena itu, dirinya tidak dapat membeberkan lebih lanjut termasuk identitas pria yang diamankan tersebut.

"Jadi masih dalam penyelidikan. Itu saja yang bisa saya sampaikan," kata Zahwani Pandra Arsyad.

Sementara itu, Ketua RT 06, Kelurahan Sukarame, Weldan, membenarkan adanya penggeledahan tim Densus 88 Antiteror di satu rumah warga di wilayahnya.

Menurut Weldan, saat itu tim gabungan datang sekitar enam orang, kemudian dibantu Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

"Iya benar ada penggeledahan di satu rumah."

"Tapi untuk penangkapan siapa yang dibawa, saya tidak mengetahuinya," kata Weldan

Weldan menyatakan, dirinya selaku ketua RT setempat hanya disuruh menemani saat petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

Menurut Weldan, tim gabungan tersebut juga membawa barang bukti dari hasil penggeledahan.

"Ditemukan barang yang dibawa berupa laptop dan kartu SIM," kata Weldan.

Weldan menambahkan, rumah tersebut sudah sejak lama ditempati pasangan suami istri berinisial SD.

Namun yang dibawa dan dilakukan pemeriksaan ini hanya adiknya SD, yang diduga terlibat jaringan radikalisme.

"Pemeriksaan habis Zuhur, sekira pukul 13.00 WIB dan berlangsung kurang lebih setengah jam," kata Weldan.

Pemilik rumah yang dilakukan penggeledahan ini, dikenal masyarakat sekitar sebagai pedagang roti.

Dari keterangan warga sekitar, terduga kelompok jaringan radikalisme itu diamankan pada Sabtu pagi.

"Setahu saya ada satu orang yang dibawa, sekitar jam 8 pagi tadi," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tangkap Buronan Teroris

Diketahui, terakhir kali tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan giat di Lampung yakni saat menangkap buronan terduga teroris kasus teror Bom Bali I.

Buronan tersebut bernama Zulkarnaen (57).Penangkapan terhadap Zulkarnaen, yang memiliki nama alias Aris Sumarsono alias Daud alias Zaenal Arifin alias Abdulrahman, terjadi di Gang Kolibri, Toto Harjo, Purbolinggo, Lampung Timur, Lampung.

Penangkapan tersebut dibenarkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

"Telah dilakukan penangkapan tanpa perlawanan terhadap DPO (buronan)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Sabtu (12/12/2020).

Menurut Argo, Zulkarnaen memiliki peranan penting saat kelompoknya menjalankan teror Bom Bali I pada 2001.

"Zulkarnaen adalah panglima askari Jamaah Islamiyah ketika Bom Bali 1," ucap Irjen Pol Argo Yuwono.

Zulkarnaen diduga berperan dalam menyembunyikan Upik Lawangan alias Taufik Bulaga alias Udin.

Upik sendiri telah lebih dulu ditangkap Densus 88 di Lampung Tengah, Lampung, pada 23 November 2020.

Selain itu, keterlibatan Zulkarnaen adalah berperan membuat Unit Khos yang kemudian terlibat bom Bali dan konflik-konflik di Poso dan Ambon.

Argo menambahkan terduga teroris asal Sragen, Jawa Tengah ini pernah menempuh pendidikan selama empat semester pada tahun 1982 di Fakultas Biologi sebuah kampus di Yogyakarta.

Dalam kasus ini, Densus 88 tengah melakukan sejumlah penggeledahan di tempat tinggal Zulkarnaen.

Hingga saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh Polri.

"Tersangka diamankan dan dilakukan penggeledahan badan serta disebuah tempat untuk dilakukan introgasi awal," pungkas Irjen Pol Argo Yuwono

(JOB)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *