HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Kecanduan Judi Online,Dua Remaja Nekad Curi Uang Panti Asuhan 102 Juta

Foto Ilustrasi Pencurian

MADIUN | JOB.OR.ID-Satreskrim Polres Madiun menangkap dua remaja berinisial MY (13) dan DN (17) lantaran mencuri uang milik salah satu pantai asuhan di Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, selama tiga tahun terakhir.

Total uang yang dicuri dari pantai asuhan tersebut mencapai Rp 102 juta.

Kasatreskrim Polres Madiun,AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, kedua pelaku ditangkap pada Sabtu (7/8/2021), usai pengasuh panti asuhan melaporkan kasus itu ke polisi.

“Satu pelaku berinisial MY merupakan anak asuh panti asuhan tersebut. Sementara DN, warga yang tinggal dekat pantai asuhan,” kata Raja kepada Wartawan,Minggu (8/8/2021).

Raja menjelaskan, kasus itu terungkap saat salah satu pelaku sedang mengikuti pendaftaran menjadi anggota perguruan pencak silat di Kabupaten Madiun.

Untuk menjadi anggota perguruan itu, pelaku diminta untuk mengakui kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan semasa hidup.

Pelaku kemudian mengakui telah mencuri uang di panti asuhan tersebut.

Pengakuan pelaku akhirnya terdengar sampai ke telinga pengasuh panti yang kemudian melaporkan pelaku ke Polres Madiun.

Saat melaporkan kasus itu polisi, pengasuh sudah mencurigai aksi pelaku lantaran uang yang disimpan di pantai asuhan sering hilang selama tiga tahun terakhir.

Hanya saja saat itu pengasuh panti asuhan belum memiliki bukti.

“Pengasuh panti sebenarnya sudah mencurigai pelaku ini. Apalagi selama tiga tahun terakhir uang di pantai asuhan sering hilang,” kata Raja.

Untuk Game Online 

Raja mengatakan, dalam melakukan aksinya, kedua pencuri in berbagi peran.

Pelaku MY yang masih duduk di bangku kelas VI SD bertugas mencuri uang yang disimpan pengasuh panti.

Sementara DN, siswa kelas XII SMK dititipi uang hasil curian.

Uang hasil kejahatan itu digunakan untuk beragam keperluan.

“Uang hasil curian dua bocah itu digunakan untuk membeli handphone, kuota game online, hingga sepeda motor,” ujar dia.

Kepada polisi, kedua pelaku mengaku mencuri uang milik panti asuhan sejak 2019 hingga 2021. Dalam kurung waktu tiga tahun, total uang yang dicuri mencapai Rp 102 juta.

Raja mengatakan, kedua anak ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Namun, keduanya tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor dua kali dalam sepekan.

"Kami tidak tahan karena keduanya masih anak-anak dan masih sekolah. Saat ini kedua tersangka kami titipkan kepada orangtuanya," ucap Raja.

Sumber: Kompas.com

(JOB)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *